Dinda Si Jufe (Jurig Facebook)
![]() |
| Add caption |
“Sekarang
ngampus gx din?” sahut
ka Sita dari jendela
kamarnya, “ngampus ka” jawabku dengan nada pelan.
Ka Sita adalah tetangga
kamar kosan yang selalu minjemin modem. “Jam berapa emang masuknya?” ka Sita
kembali nanya. “Jam
10.20 ka” sahut Dinda, “lho ini kan udah jam 10.30” celetuk Sofi teman sekamarku, “Apaaaa......?” dengan nada tinggi dan muka kaget, aku pun bergegas siap-siap untuk
berangkat ke kampus. “penyakit permanen lupa
sarapan pagi”, “telat
berangkat ke kampus, bagi ku sudah biasa”, “segarkan aku ya Allah supaya aku tidak mengantuk di matkul
ini” baru saja, itulah setatus-setatus yang di update Dinda selama perjalanan
menuju kampus sampe tiba di kelas. Ga heran lagikan dengan julukan kecenya
JUFE. 2 jam pun berlalu mata kuliah pertama telah selesai, masih ada 1
matakuliah lagi yaitu jam 15.00, masih banyak waktu buat pulang ke kosan, nyari makan, istrihat dan
yang paling utama itu adalah online. tiba di kosan, ku letakan tas di meja dan
langsung berbaring di atas kasur pinggir jendela kamarku sembari pegang HP yang
selalu nempel di tangan kananku. Yang tidak lain sedang membuka jejaring sosial
facebook. Bagi ku facebookan itu adalah rutinitas yang tak pernah tertinggal di
kamus harianku. Tapi
pandanganku berbeda dengan orang-orang yang telah terjerat cinta di facebook,
bagiku facebook adalah sekedar hiburan belaka, aku bisa tertawa, sedih,
ngerasa jengkel, berbagi cerita, bersama mereka temen facebookku dan belum
tentu juga yang di omongin di facebook itu sama dengan kenyataannya. Anehnya
aku tidak mengerti dengan orang-orang yang sampai jatuh cinta sama teman
facebooknya dari mana datangnya rasa itu??? (dari jempol) HAHAHAHAHA ......
Mana mungkin Cuma bermodalkan
fhoto, identitas yang belum tentu keasliannya terus chating atau saling
berkomentar di setatus-setatus mereka itu bisa sampai saling suka bahkan saling
jatuh cinta dan lebih parahnya lagi ketemuan, jadian, pacaran, trus married
dech. OH no no...., aku gx percaya sampai
segitunya.
Bahkan
katanya fasha ungu sama adelia pun awalnya nemu di facebook tuh, ahk jangan
yang jauh-jauh dech bahkan ka sita ama pacarnya juga berawal dari facebook,
temen SMA, tetangga dan masih banyak lagi semua yang merajut cintanya sampe ke
jengjang pernikahan berawal gara-gara facebook. KHO BISA? (dan itu masih tanda
tanya gede, di kepalaku). Kalau facebook itu sampai nemuin soulmate-soulmate
mereka W.O.W dech facebook tuh, tapi itu gx bakalan terjadi di hidupku dan
kalaupun terjadi.... ahk.... gx mungkin dech. Facebook itu hanya dunia maya,,, ingat hanya maya dinda
dan kalau maya gx nyata donx. Tiba-tiba ekspresi mata ku melotot kaget saat
liat layar hp ku banyak pemberitahuan. Aku pun dengan penuh rasa penasaran satu
persatu membuka pemberitahuan itu deredetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
ternyata semua pemberitahuan dari BUDAK
NARSIS, dia nyumbang jempol plus komen photo-photo ku dari yang terbaru ampe
yang terjadul. Apa apaan ni BUDAK NARSIS kebayang ni anak ngobrak ngabrik FB
gua sambil garuk-garuk kepala yang gax gatal,, dan parahnya lagi komennya itu
lho nyakitin.... ngeledek semua. Dengan rasa kesal bin jengkel aku pun tak mau
kalah, aku pun mebalas komennya satu persatu. Walaupun tangan ni udah pegel
ngetik tapi tak mengurungkan niatku tuk membalas kata-kata ledekannya itu.
Kring..kring..kring nada sms bunyi, “masuk dinda”. aku pun langsung Ofline dan
segera bergegas untuk masuk matkul terakhir. Selama proses pembelajaran aku pun
tak begitu konsen dengan apa yang di jelaskan oleh dosen embriologi, masih
memikirkan temen facebook yang bernama BUDAK NARSIS itu. Baru kali ini aku
nanganin temen FB yang super nyebelin itu “liat aja nanti tunggu pembalasanku
heyyyyy... BUDAK NARSIS” gerutu dinda dalam hatinya.
Ketika aku
lagi online, Tiba-tiba Tring tring,,, bunyi wall dari seseorang,,
BUDAK NARSIS
budak jore?
BUDAK JORE
Iya balesku singkat
BUDAK NARSIS
Aku.. aku..aku..
BUDAK JORE
Iya kenapa? Ada apa?
BUDAK NARSIS
Suka suka suka
BUDAK JORE
Suka?? Siapa?? Ma siapa??
BUDAK NARSIS
Aku suka sama kamu
Kalau tidak keberatan boleh minta no
Hpnya?
ni orang GAJE banget ngelindur kali ya, sumpah baru kali ini aku benar-benar
kehabisan kata-kata buat bales chatingnya mesti bales apa, dan berkata apa (sambil
ngetuk-ngetuk jari di atas keyboard) 3 menit berlalu dan akhinya tiba-tiba
jariku menekan tombol
BUDAK JORE
08382778xxxx
BUDAK NARSIS
Terimakasih budak jore
Lanjut di mesage ya
Tidak lama HP ku pun berbunyi dan
ternyata itu sms dari dia.
Dari
peristiwa saling bertukar no HP, mulai dari situlah aku mulai menganal dia. Dia
Dendrian pratama sosok yang tinggi dengan
memiliki mata sifit dan alis yang tebal, itu pun hanya sebatas tau dalam photo
aslinya only god know. Dia
sekarang sedang study di jepang dia mengambil jurusan sastra jepang, dia mendapatkan beasiswa. Katanya sih, dia waktu ikut
pendaftaran beasiswa itu, cuma iseng-iseng doang bersama adeknya,
ternyata takdir mengijinkannya untuk mencari ilmu di negri sebrang sana kyoto
jepang.
Sering saling komen status, smsan dan cating bareng, aku tak tahu apa
yang aku rasakan, hari-hariku terasa berbeda setelah mengenalnya semakin
penuh warna, dia selalu membuatku senag, tertawa, bercanda bersama, dia anknya gokil banget ternyata. Dia
selalu meluncurkan kata-kata gokil yang
bisa buat aku gax bisa nahan tawa apalagi dengan kata-kata andalan narsisnya
yang membuatku suka untuk ngeledeknya balik. Disaat aku merasa suntuk dengan
tugas-tugasku dan disusul dengan ujian tengah semesterku dia selalu memberi
semangat dengan mengirim kata-kata motivasi dan lagu-lagu yang bisa buat aku
lebih semangat. ini adalah kata-kata yang paling aku ingat darinya saat ujian
tengah semester hari pertama “Good luck, semoga di beri kemudahan dan
kelancaran, apabila ada soal yang susah panggil z nama ku 3x,, dendrian..
dendrian..dendrian.. pasti aku datang,, kalau gx datang-datang juga berarti gx
ada angkot hehehe.. ni ada lagu penyemangat buat kamu “Mujhse Dosti karoge”
(lagu india).
BUDAK NARSIS ini selalu bikin aku
senyum-senyum sama layar HP, dikira sengklek atau autis ma temen-temen udah
biasa.
Disaat dia tak ada nongol di FB
ataupun tak ada sms darinya aku merasa sepi, aku merasa langit tak secerah
kemarin, matahari tak lagi menampakn senyumnya, bintang pun bersembunyi di balik
awan hitam, lalu rembulan free tak memberikan sinarnya, hanya semilir angin dan
hening yang kurasa. HAMPA BEUUUD (hampa banget) kalo kata-kata anak alay mah. Sebenarnya apa yang sedang dirasa. Ada rasa
yang beda dalam diri ini,,,
aku tak tahu rasa apa ini??,,
mmm aku bingung dan amat teramat bingung.
Malam ini,
seperti malam-malam biasanya,, semua anak-anak kost ngumpul di kamarku, maklum kamarku adalah bascamp
anak kosant pelangi. Setelah seharian sibuk sama kesibukannya
masing-masing. Malam ini anak-anak saling cerita tak jauh dari jalan
cerita cintanya masing-masing
atau tentang gebetannya yang di FB. Sebenarnya, aku juga ingin cerita sih,,
tentang yang aku alami dan aku rasankan saat ini.
tentang, temen deketku yang di facebook. Tapi kalau aku cerita,,
omongan yang dulu aku omongin ke mereka tentang, apa-apaan sih punya pacar di facebook. Cuma
modal foto sama identitas doang, emang bisa?. Nanti mereka bilang apa ke aku.
Ya udah aku hannya diam saja, ngedengerin cerita-cerita heboh mereka. Tapi,,
aku juga pingin cerita,, cerita Gax ya..??? “tahan-tahan dinda,, jangan cerita ke mereka”,
gerutu hatiku.
Tapi, lama-kelamaan, mereka pada curiga dengan tingkahlaku ku yang sibuk
sendiri sama senyum-senyum sendiri sama HP yang ku pegang. “ tiba-tiba
suasana yang tadinya rame menjadi hening semua anak kos termasuk sofi dan ka
sita matanya tertuju padaku. Dinda,
kamu ini kenapa sih senyum-senyum dan sibuk sendiri, kaya orang yang autis saja” sahut ka sita. “ ga ko, ga apa” sahut ku. “sini, coba liat
HPnya, lagi smsan sama siapa sih??” sofi langsung merebut HP dan membaca isi
smsku.“Hey,, temen-temen, ternyata dinda lagi smsan sama temen FBnya, yang
namanya Dendrian loh,,
hahaa,, cie-cie Dinda”
sahutnya. . setelah mendengar ungkapan dari Sofi, temen-temen di kost pun
langsung heboh. Semua anak kosan mengepungku dan mengintrogasiku.
“Dendrian itu siapa? “
dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dari
masing-masing anak kosan. Dendrian itu temen facebookku, dengan nada pelan
dinda menjawab. Sekarang kamu
baru ngerasainkan, yang di rasain sama kita-kita..” ujar ka sita, “Senjata makan tuan niH
ceritanya, hhaa” celetuk sofi. Tapi kita bahagia kho liat
dinda sekarang beda dengan dinda kemaren-kemaren, sekarang lebih ceria dan
rajin dalam hal apapun. Tenyata ada someone di balik perubahan itu semua
Achieeeeeeeee, semoga berlanjut ya din. Kapan lagi.com kamu kaya gini udah lama
kamu tak seceria ini.
2 minggu berlalu hubungan ku dengan
Dendrian pun berjalan dengan baik dan komunikasi pun tetap berjalan lancar.
“Oh iya, besok ada tanggal merah ya,, horeeeee libur,, lumayan ada 2 hari buat pulang ke rumah. Besok pulang
akh” gerutu dalam hati Dinda.
.5 jam berlalu dihabiskan dalam bis, kebayangkan udah berapa
puluh tuh yang di updatein dinda ke FB selama 5 jam perjalanan. Dan hasilnya
banyak yang ngeWall ke dinda bahwa semua beranda dipenuhi status-satus dinda,
HAHAHAHAHA. Jarak ke rumahku sangat jauh. Bisa-bisa gosong ni pantat. HEU tapi
hadirnya BUDAK NARSIS dalam hariku sejauh apapun perjalanannya tetap tak terasa
boring,hehehehe makasih BUDAK NARSIS. Setelah sesampainya di rumah, akupun langsung menciun punggung telapak
tangan ibu dan bapakku. Tidak hanya mereka masih ada 3 rumah lagi yang
menyambutku. Sudah biasa dengan keluarga besarku yang selalu heboh dengan
kedatanganku. Ini lahk saat-saat yang aku rindukan selama berada jauh dari
mereka. Mereka menyambut
dengan penuh senyum padaku. Setelah itu akupun langsung kekamar, beristirahat. Setelah
lelahku hilang, malamnya lanjut dengan mengobrol bercerita bersama
keluarga besarku di ruangan tengah. Suasana yang amat hangat. Tiba-tiba berapa
usiamu sekarang celetuk bapak, (pura-pura tidak tahu). 21 pak, jawab dinda.
bagaiman kuliahmu bukankah setahun lagi kamu akan wisuda??? 21 itu bukan angka
sedikit dan penuh tanggung jawab. Aku tidak tahu apa yang sedang di omongin
bapak dan mengarah kemana pembicaraannya itu, iya pak mudah-mudahan mei 2014
aku sudah jadi sarjana minta do’a nya saja pada ibu bapak. Jawabku dengan
terbata-bata. Tanpa kamu meminta do’a itu selalu terucap untuk anak-anaknya
sahut ibu, tak ada lagi yang di harapkan selain melihat seorang anak bahagia
dan sukses hanya itu harapan kami selama hidup. Sepertinya pembicaraan semakin
mengarah kearah yang serius tiba-tiba suasana pun mendadak hening.
“Din, kamu sekarangkan udah
dewasa, terus sebentar lagi kuliahmu selesai. Pasti kamu akan menghadapi tangga
kehidupan berikutnya yang lebih serius dan penuh tanggung jawab, yaitu menikah.”
Perkataan bapak, membuatku tertunduk lemah pada sebuah kursi yang
terbentang di ruang tamu, kakiku
seakan tak bisa menopang berat tubuhku, dadaku sesak seakan menahan beban berat
yang kasat mata. pandanganku
pun langsung tertunduk dan berpikir dengan memutar otaku lebih keras memikirkan perkataan selanjutnya
setelah bapak mengatakan itu. “ sebenarnya bapak dan ibu, berniat akan menjodohkanmu, kira-kira”
kamu setuju tidak?” ucap bapak, melanjutkan perkataannnya tadi. Tapi bapak
tidak akan Memaksa kamu jika kamu sudah mmempunyai pilihan kamu sendiri. Sambil menghela nafas dan memandang kedua mata
bapak dan ibu dengan penuh keberanian, aku memberanikan untuk menjawab pertanyaan itu, “Pa, Bu, Dinda ngerti,
niat bapak dan ibu itu adalah untuk kebaikan ku juga, tapi,, tapi,,” aga berat
aku untuk mengungkapkan perkataan selanjutnya, namun aku harus mengatakannya.
Sambil pandanganku tertunduk, aku pun melajutkan ucapanku “Tapi, dinda sudah
punya pilihan dinda sendiri ”. “sama siapa? Tanya ibu. Ternyata anak kita
laku juga ya pak,, iya bu. Hmmm’ emangnya dinda barang laku tidaknya. Gerutu
dinda dengan bibirnya di moyongkan alias manyun.
Aku pun
menceritakan kepada bapak dan ibu mengenai orang yang ku pilih, yaitu Dendrian, “Dia Dendrian, aku kenal dia melalui facebook. “Facebook itu yang internet itu” sahut ibu. “Iya bu pak”
jawabku singkat. “kamu pernah
bertemu dengannya, atau tidak pernah sama sekali dan kamu kenal dengannya sejak
kapan”, nada bapak bicara makin tinggi dan dengan muka penasaran, karena ia mendengar mengenal dia
dari facebook. Dengan rasa takut dan deg-degan akupun nekat untuk menjawab pertanyaan bapak,
kenyataan yang sebenarnya, “belum sama sekali,, tapi aku yakin dia orang baik
dan serius sama Dinda,,” So yakin
padahal cuma modus doank biar Ibu dan Bapak berhenti mengurungkan niatnya
untuk menjodohkanku. Sebenarnya aku juga bingung aku punya hubungan khusus
alias pacaran atau hanya sebatas teman dekat saja. Sempat ku menanyakan tentang
pengakuanya menyimpan rasa suka terhadapku itu serius atau hanya april mop
saja, dan jawabannya
“aku serius,
I don’t know why..
sometime i feel so confiused,
why am ihave to fallin in love with
someone,
but actually you are so far away
from where i am”.
Ketika mendengar jawaban itu, bingung ku
bertambah levelnya menjadi 7, bingung harus bales apa. Dan aku pun mengirimkan
sebuah sms yang isinya
“tidak ada yang salah dengan sebuah
rasa,
karena dia bisa datang atau pergi kapanpun
selagi dia mau,
karena kita tidak akan pernah tau
misteri tuhan,
dia lah sang membolak-balikan hati,
biarlah misteri itu terungkap satu
persatu dengan kita menjalaninya”.
Dan akhirnya kita memutuskan
menjalani skenario yang telah tuhan sediakan untuk kita, biarkan dia menonton
FTV kita. Mengenai endingnya mau sad ending ataupun happy ending selebihnya itu
tergantung pada kehendaknya.
Memangnya asli orang mana dia???, tanya ibu. Sukabumi bu,
tapi sedang study di jepang dia mendapatkan beasiswa, sahut ku. Apaaaa
sukabumi?? Jepang??, aneh-aneh saja kamu ini din, celetuk bapak. dilanjut komentar ibu, di zaman sekarang ini
jangan terlalu mudah percaya sama orang lain,, apalagi ini Cuma lewat facebook,
kita ga tahu aslinya dia,,” perkataan itu sepertinya tidak asing lagi.
Benar kata-kata itu adalah kata-kata yang sering di lontarkan oleh bestfriend
ku kepada ku.
Sebagai seorang ibu, ibu hanya bisa memberi nasehat-nasehatnya
kepadaku. Ibu dan bapak hanya tidak ingin kamu terluka nantinya atau
menyesal dikemudian hari. Nasehat-nasehat ibu ada beneranya juga, tapi kenapa
dalam hati ini aku merasa yakin dengan Dendrian. Ya sudah jika memang dia itu
bersungguh-sungguh padamu, maka dia akan meluangkan waktunya berusaha pulang ke
indo untuk menemuimu celetuk bapa. Sebenarnya ibu dan bapak hanya mengetes kamu
saja din, habisnya ibu dan mbapak menunggu kamu membawa calon yang kemudian
akan di kenalkan kepada kami. Tapi kenyataaannya calonmu jelas-jelas amat jauh
keberadaanya. Wajarlahk ibu dan bapak was-was dengan pasangan hidup yang ku
pilih kelak, karena aku adalah satu-satunya keturunan keluarga yang masih
single maklum aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Apalagi keluaraga kami mempunyai tradisi yaitu
keturunannya akan menikah dengan kerabat jauh untuk mempererat tali
persaudaraan. Tapi hanya ada 1 orang yang tetep kekeh dengan pilihanya sendiri
yaitu paman, dia memilih seorang wanita asli orang bandung. Aku salut sama
paman dia tetap yakin dengan pilihannya sendiri tanpa tergoyahkan oleh
keluarga. Acungi beratus-ratus jempol dech atau perlu beribu-ribu jempol dah
tuh buat pamanku. Karena sesungguhnya hanya diri sendiri yang bisa meyakinkan
apakah pasangan yang kita pilih pantas untuk dipertahankan atau tidak. Setelah
mendengar ucapan bapa aku pun berfikir memutar otak ku,, dengan meyakini hati
ku sendiri. Mau jauh ataupun dekat bila sudah waktunya siapun dia Dendrian atau
yang lain maka dia akan segera dekat denganku. Ya masih ada alloh biarkan dia yang
mengatur semua itu. Akhinya aku lega, kirain teh benar-benar akan dipaksa di
jodohkan sama ibu dan bapak.
Keesokan harinya, aku pun kembali ke kosanku. Dan aku mencoba untuk menghubungi
Dendrian karena beberapa jam berlalu aku berfikir keras dan merenung tentang
semua perkataan dan nasehat ibu dan bapak yang aku cerna dalam-dalam.
Sampai-sampai aku pun lupa facebookan terutama menghubungi Dendrian. Namun entah mengapa, akhir-akhir
ini ia sangat sulit untuk dihubungi, di facebook pun tak nongol. Kenapa
gx telphon saja ya, ahk urungkan saja niatmu untuk nelphon dinda, nelphon ke
luar negri kan mahal, hehehehe. “Sebenarnya kamu itu lagi apa sih??? Missing
you.” Berbicara sama HP. Melihat keadaanku yang
tidak dari biasanya apalagi ditambah raut mukaku yang dari tadi cemberut sambil
fokus liatin HP, ka sita dan sofi pun bertanya padaku “kenapa din kamu??
Biasanya kamu selalu ceria, tp kenapa raut mukamu sedih seperti itu???”.
Sepertinya aku sedang galau dech kalau kata anak-anak alay mh. Malahan galaunya
udah naek level jadi tinggkat ibu kota bukan provinsi lagi. Hahahahahaha ka
sita dan sofi malah mentertawakanku setelah mendengar pernyataan dinda. dinda
hanya tertunduk tanpa merespon ledekan mereka. “Pasti kamu galau gara-gara
dendrian ya???” Tanya ka sita. “Memangnya sudah sampai mana sih hubungan kamu
dengan dendrian???, aku lupa baca tabloid hari ini, hehehe” Lanjut pertanyaan
sofi. Entahlahk, aku juga bingung aku merasa cemburu saat dia saling komentar
dengan temen FB cewe, aku merasa kangen saat dia tak nongol di FB, dan aku
merasa jengkel saat dia tak menyapaku ketika dia online. setelah mendengar
semua perkataan dinda, ka sita dan sofi pun malah lanjut ngeledek dinda sambil
mentertawakan dinda. hahahahaha dinda..dinda baru kali ini lihat dinda galau
kaya gini mesti di abadikan ni, “ahaaaaaa ... bagaimana kalau kita vidio aja
buat kenang-kenangan di masa depan.” Celetuk sofi. Dinda pun makin geram dengan
ledekan-ledekan mereka. Dinda tak kuasa menahan amarah juga kekecewaan yang ia
rasakan, karena yang dinda butuhkan saat ini adalah pendapat atau nasehat dari
temannya yang bisa buat bangun dari kegalauan itu. Akan tetapi yang dinda
peroleh hanya ledekan, dinda pun lama kelamaan meneteskan air matanya. Dan
seketika ka sita dan sofi pun diam, dan berhenti meledek kemudian sibuk berusaha
menenangkan dinda yang berujung menangis itu. Dinda, ma’af ya jika perkataan
kami tadi ada yang menyinggung mu, kami tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya
diam sambil merasakan kesedihan ini, gays sebenarnya ini bukan salah kalian aku
begini karena aku benci pada diriku sendiri. Dulu saat dia memberikan
pengakuannya padaku tentang menyimpan sebuah rasa terhadapku, aku tidak
merasakan rasa apapun terhadapnya. Tapi kini tepatnya malam ini aku merasakan
rasa itu, rasa ini benar-benar ada untuknya. ka sita dan sofi pun sangat
merespon kata-kata yang diungkapkan oleh dinda. din jika kamu benar-benar
memiliki rasa itu maka ungkapkanlah, mungkin saja dia adalah yang terbaik yang
dipilihkan alloh untukmu. Buanglah gengsi, jaim ataupun malu itu sebelum kamu
menyesal nantinya. Tapi masalahnya aku masih ingat perkataanku di awal-awal
kita berkenalan “status itu gx penting, yang penting kita merasa nyaman”. Dan
aku masih ingat jelas kata-kata yang di send untuknya. “din apa yang kamu alami
hari ini itu pernah aku alami sebelumnya bersama pacarku yang dari FB jg”, ucap
ka sita. Tapi aku dan ka sita tuh berbeda, ka sita masih beruntung pacarnya
dekat satu negara masih di negara indonesia, nah aku berbeda negara aku di indo
dan dia di jepang. tapi aku pun terus
berperang dengan hatiku sendiri, untuk memantapkan hati ini pada Dendrian. Walaupun akhir-akhir ini dia benar-benar sulit untuk dihubungi, di sms pun dia
tak membalas.
Satu
minggupun berlalu. Ketika sore menghampiri, kring.. kring..kring suara
telphon bunyi, seketika aku mengangkatnmya “hallo asllamualikum” ku kira
Dendrian “eumm, gimana kabar
pilihan kamu itu, dikejutkan dengan suara bapak. Aku pun
berbincang-bincang dengan bapak di telphon. Tapi yang jelas aku tidak
menceritakan yang sebenarnya tentang Dendrian.
Sebulan berlalu, hari ini tepat sebulan dari mulai aku
mengenal Dendrian. namun masih
belum ada kabar dari Dendrian. Harapanku semakin memudar saja, sepertinya aku mulai putus asa. Dalam lamunanku, bertanya-tanya Apakah kamu hanya mempermainkanku
Dendrian, disaat aku merasakan rasa ini kenapa kamu menghilang dari hari ku.
Apa yang harus aku lakukan ya alloh untuk memantapkan hati ini??? Tiba-tiba
lamunanku pun terhenti dikejutkan dengan pertanyaan ka sita dengan nada keras
seperti biasa dengan posisi tubuh setengan badan nongol dari jendela kamarnya,
“bagaimana din ada kemajuan gax??? Jadi hubungan kamu dengan dia apa, HTS, TTM, PACARAN atau hanya sekedar
TEMAN DEKAT saja???” masih dengan pertanyaan yang sama yang selalu dilontarkan
oleh ka sita, awalnya aku selalu wolss we tidak terlalu merespon pertanyaan itu
tapi kali ini mendengar pertanyaan yang di lontarkan ka sita aku pun makin
berfikir keras bahwa aku membutuhkan suatu pernyataan untuk sebuah kepastian.
Yaa tepatnnya kepastian tentang hubungan aku dan dendrian.
Sebenarnya aku tidak tau harus berbuat apa dan berkata apa,
ini benar-benar sebuah kejutan, setelah aku mendengar pengakuan dari kamu bahwa
kamu menyukai ku, . Karena yang aku tau aku tidak memiliki sesuatu yang spesial
dalam diri ku.
Awalnya aku berfikir kenapa semua ini terjadi hanya dalam
sebuah keadaan yang abu-abu, kamu berada di tempat yang sangat jauh dari tempat ku berada. Tuhan aku
menginginkan yang nyata bukan hanya sekedar khayalan belaka,.. akan tetapi
siapa yang tau misteri tuhan itu seperti apa dan mungkin ini termasuk ke
dalamnya. Aku mencoba menjalaninya seperti waktu sebelum aku mengenal kamu akan
tetapi terasa ada yang berbeda aku merasa sepi,.. mungkin ini semua karena aku
sudah terlanjur mengenal kamu yang diam-diam
masuk ke dalam kehidupan ku yang membuat hariku menjadi penuh warna
canda dan tawa. Aku tidak tau dari mana datangnya kebahagiaan itu dan aku tidak
tau cara seperti apa yang telah kamu gunakan untuk membuatku bahagia.
aku hanya berkata terima kasih kepada waktu yang telah
memberi kesempatan untuk mengenal kamu dan aku senang mengenal kamu. Mungkin
aku akan menunggu sekenario dan kejutan-kejutan yang lainnya untuk aku jalani
kedepannya.
ABU-ABU, Itu adalah judul sebuah catatanku di
FB yang di tag kepada BUDAK NARSIS alias
Dendrian.
Aku tidak ofline aku masih menunggu dendrian di FB tiba-tiba
ada 1 pemberitahuan. Dan itu benar-benar dari BUDAK NARSIS dia memberi komentar
pada catatanku. “only god know”.
“tring..tring..tring.. bunyi
wall dari seseorang, ternyata
dari BUDAK NARSIS alias Dendrian,
“ Dinda, maaf kemarin aku ga ngasih kabar kamu, Aku ada tugas kuliah yang bener-bener nyita
waktu aku”.
ujar Dendrian,dengan
rasa bersalah.
“iya, ga apa-apa,“
“Gimana kabar kamu din???”
“Baik alhamdulillah, sendirinya gimana???”
“Syukur dech kalo gitu mah,
alhamdulillah istimewa. Hehe”
“Emangnya tugas apa sampai sebegitu
sibuknya??”
“Pidato B.jepang din pusing gak
masuk-masuk, waktunya mepet tgl 4 mei di tesnya.”
Aku pun mengirimkan kata-kata
motivasi untuknya juga sebuah lagu jason mraz “lucky” untuknya seperti yang dia
selalu lakukan saat memberi semangat padaku..
Dilanjut pertanyaan ku selanjutnya,
“emangnya kamu gx kpengend pulang
bertemu dengan keluargamu??”
“Pengen banget din cuman aku bukan
orang tajir yang bisa pulang pergi gitu aja,..”
“Sabar ya semua ada waktunya..”
“Iya tapi kangend sama someone yang
ingin ku lihat segera,..”
“Pasti your mom ya,,??”
“Pastinya dan ada 1 someone,,”
“Kapan kita bisa bertemu,,”
Entahlahk, yang lebih realnya
mungkin aku pulang 4 tahun lagi,..
semoga masih ada waktu yang berpihak
kepada kita untuk mempertemukan kita nanti.
4 tahun bukan waktu yang singkat,
kini aku dan Dendrian pun memutuskan menjalani hidup yang sedang berjalan dan
sama-sama berusaha dan fokus dalam menggapai mimpi, asa, dan cita-cita
masing-masing di tempat yang berbeda. Yaitu aku di indonesia dan Dendrian di
kyoto jepang.
Tapi aku masih belum tenang dengan
apa yang sedang aku rasakan terhadapnya saat ini yang belum sempat terucap
padanya, karena selama ini sulit untuk jujur terhadapnya hanya karena
bermodalkan gengsi. Masih ingat dia sempat berkata padaku “apa susahnya jujur sih”.
Dan saat ini aku akan mengungkapnya. Mungkin lewat inbok FB lebih baik.
Bismillah.. semoga aku tak salah,
Aku merasakan lelah karena ulaku
sendiri,
Gengsi, malu, dan jaim ..ku buang
hari ini,
Memang dulu aku benar2 tidak
merasakan rasa itu,
tapi tidak tau kenapa tiba-tiba
hadir..
yaa bahwa aku menyukaimu,
aku ungkapkan selagi aku bisa
mengungkapkanya..
4 jam berlalu tepat jam 09.01 minggu
pagi kini masih belum ada nongol sama sekali dendrian online, aku pun makin
resah dan putus asa. Ku ambil air wudhu dan bersujud kepada-Nya melaksanakan
shalat sunah duha, tak ada yang lebih menenangkan hati ini selain mengadu
padamu ya alloh. Dalam do’a ku selipkan harapku, berharap apapun balasannya dan
apapun yang terjadi selalu berikanlah yang terbaik untuku.
Tring..tring..tring.. 1
pemberitahuan FACEBOOK (1 pesan baru),
BUDAK NARSIS
Rasamu yang sekarang telah
terungkap,
sama halnya seperti rasaku kemarin
yang begitu menyiksa batin ini,
namun setelah ku bertafakur, aku pun
sedikit bisa menyimpulkan bahwa memang alangkah indahnya menjalin sebuah
persahabatan yang dilandasi rasa saling menjaga, bukanlah sebuah hubungan
seperti orang2 (pacaran)
yang nantinya menimbulkan dosa2 yang
menurut kita pembuktian sayang kepada pasangan yang bukan mahromnya,
mudah-mudahan dengan persahabatan
yang kita jalin, melabuhkan kita kedalam ikatan yang sakral.
BUDAK JORE
Amin ..
Alhamdulillah lega,
Memang itu yang sedang aku
pikirkan..
Biarlahk kita saling menjaga dan
mengingatkan sesama muslim..
“persahabatan ibarat sebiji benih
yang ditanam, disiram dan di jaga rapi agar mengalir melalui kekuatan akarnya.
Tunas yang kian berputik subur. Membesar menumbuhkan pohon. Berkembang
menyerata ranting. Menimbun hijau dedaunan yang tak terhitung. Mewangi
bunga-bungaan penuh aroma keharuman. Dan menghasilkan buah ranum yang segar dan
menyehatkan. subhanallah” [enter]
W.O.W dech tu kata-kata, hasil dari
mana lagi kalo bukan dari ngorehan ti bah GOOGLE hahahaha. Kalo ngerangkai
sendiri kapan jadinya tu kata-kata. Udah zamannya bah GOOGLE yang siap membantu
setiap masalah (kecuali masalah duit, beda deui eta mah) kapan aja dan dimana
aja (asalmah aya pulza wen), thanks bah GOOGLE.
Aku
lega mendengar jawaban sementara yang menghasilkan sebuah kepastian yang aku
tunggu-tunggu selama ini, yaaa.. walaupun hanya sebatas sebuah persahabatan
tapi entah kenapa keputusan itu membuatku bahagia dan mersakan ketanangan hati,
mungkin itu jalan yang terbaik untuk kita. tapi dalam hati aku dan dendrian
masih merajut harap dan niat tuk kedepannya menjadi lebih baik dari seutas
hubungan persahabatan menjadi sesuatu yang istimewa yang diridhoinya.
Selebihnyaa itu tergantung pada kehendak-Nnya.
Ya alloh aku sadar aku tidak memiliki daya upaya, aku hanya
mampu berencana. Tentang sebuah rasa yang telah kau titipkan, itu adalah kado
terindah untuku. Tapi semua terserah kepadamu jua. Aku yakin engkaulah yang
paling tau, mana yang terbaik untuku. Jika memang Dendrian adalah jodohku maka
jagalah dia juga perasaannya untuku. Jika bukan jodohku maka gantilah dengan
seseorang yang lebih darinya. Lebih tulus mencintaiku.
Bagaimana kelanjutan dari kisah dua
manusia yang terhalang jarak dengan begitu banyak perbedaan, berbeda negara
juga waktu yang sebenarnya mereka sama-sama saling memiliki rasa dan jawabannya
“only god know” ini bukan akhir dari segalanya. Aku tidak akan berhenti menulis
sebelum menemukan ending sebenarnya. Sad ending atau happy ending nantinya
antara aku dan dia ? yang penting aku akan menjalaninya dengan penuh rasa
syukur. Aku yakin semua yang terjadi dalam hidup ini bukan semata-mata karena
kebetulan tapi semua itu telah digariskan-Nya.
THE END

